It
Wants to Kill You! #1 ~ ScolioStory
Hai, salam kenaaal,
aku Aulia J itu panggilan kesatu ku, panggilan ku yang lain , kalian bisa
memanggilku Imas J karna namaku Auliana Hayu
Kusumastuti J
Aku adalah seorang
anak 1 SMP ketika aku mendapatkan skoliosis bersarang ‘on ma back’ . Waktu itu aku berumur 13 tahun .
DAY 1 Kira-kira bulan Desember awal tahun 2010 :)
Pada awalnya, Ibu
ku melihat ku dari belakang dan tampak aneh dengan punggung ku. Yang bagian kanan lebih tinggi daripada yang kiri. Nah, waktu liburan
Ujian Akhir Semester 1, aku memeriksakan punggung ku ini untuk di-rontgen di RSUP Wonogiri,
karna kebetulan saudara saya bekerja disana, alias pakde saya J . dan
hasilnyaaaa, taraaaaa... like a ‘S’ stripes . tulang ku kayak ular meliuk-liuk
xD . Bahkan kayak sungai Amazone
*gubrak* waktu itu aku kaget, shock, takut.. Pakde ku
bilang supaya dipriksakan ke RS yang ahli tulang saja...
DAY 2 Kira-kira bulan Januari awal tahun 2011
Nah, kemudian, aku
dan ibu, ke RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso di Surakarta. Waktu masih
awal-awal, aku masuk ke bagian yang reguler.. jadi ya nyampur sama yang
lainnya.. Ada yang kaki nya patah, tangannya patah, kakinya di-gips , tangan
pula, pokoknya kalau kesana berasa masuk ke rumah mumi ._. soalnya diperban dan
di-gips semuaa :O .
Dari awal daftar
nya , karna saya ASKES, ya lama. Biasa lah. Gitu . Iya. Hahahhaa xD oke.
1. Masuk
2. Ke loket pendaftaran numpuk ASKES dll
3. Nunggu (nunggu buat dipanggil)
4. Dipanggil (ke loketnya tadi ambil berkas dll terus ditumpuk di ruang
periksa)
5. Nunggu lagi
6. Dipanggil
7. Masuk ke ruang periksa
Jadi, modus yang
paling sering adalah.....menunggu.
Nah, aku sama ibu
masuk tuh ke ruang periksa... Jadi ternyata begini, kalau kamu ikut yang
‘reguler’ kamu bakal diperiksa sama ‘residen’ . Apa itu residen? Residen itu
dokter yang sedang sekolah spesialis. Jadi kayak koas nya dokter muda gitu. Nah, disana ada
banyak residen di masing-masing meja dengan pasien di masing-masing mereka,
kamu bakal dipilihin sama perawatnya ke meja yang sudah tidak ada pesiennya. Di belakang meja nya ada tirai ,
nah aku disuruh masuk ke tirai itu. Punggung ku diperiksa pakai alat kayak
alatnya tukang xD itu buat menentukan keseimbangan punggung kanan dan kiri. Terus
residen nya bilang kalau ini Scoliosis . Dilihat-lihat dari hasil rontgen nya, memang aku
Scoliosis . Waktu itu aku belum tau berapa derajat, karna sama residennya
enggak dihitung ._. Hingga pada akhirnya, dokter-dokter spesialis disana menyarankan agar aku memakai MSO alias brace biar derajatku enggak nambah . Karna Alhamdulillah, kata dokter-dokter itu, derajatku tidak begitu parah, dan belum disarankan untuk operasi. Di Indonesia, operasi dilakukan untuk scolioser dengan derajat lebih dari 45 derajat, kawan.
Nah, itu awal aku
periksa . Habis diperiksa, aku disuruh ke tempat Fisioterapi. Disana, punggung
ku disinari oleh sinar Infra-red .. rasanya enak banget,, hangat :D . habis itu
aku disuruh ke ruang gymnasium. Disana
aku diajarin mengenai gerakan-gerakan yang harus aku latih di rumah.
Ibuku merekam semua gerakannya biar aku gak lupa nanti , :D .
Setelah itu, aku
disuruh ke ruangan fitting, xD , maksudnya, ke ruangan buat merangkai ‘brace’
alias MSO. Nama bapak yang menjaga disana namanya Pak Suher. Di ruang fitting ini, badan ku dilumurin gipsum cair dari perut sampai punggung.. awalnya
rasanya dingin.. lama-lamaa... panas.. cekit-cekit...lalu gatal... aku disuruh nahan
selama sekitar 30 menit . Nah habis itu , dilepas deh. Aku langsung ke kamar
mandi buat membersihkan badan ku yang berlumur gipsum panas. Dan ternyata, air
nya dingiiiinn sekalii. Ternyata kalor yang dihasilkan si gyps tadi besar juga :O *fisikamodeon*
Waktu itu, sudah menunjukkan pukul 3 sore. Setelah menyelesaikan segala administrasi, kami langsung
pulang dengan menyegat sebuah bus yang berjalan ke arah Yogyakarta. Waktu itu,
aku merasakan sebuah perjuangan seorang anak Scoliosis dan seorang Ibu yang
setia menemani anaknya. Dan bus pun melaju kembali ke Yogyakarta.
To be continued :)
Coda: Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya, apapun itu, termasuk kelainan tulang yang muncul tiba-tiba. Tapi, kita patut bersyukur, karna Tuhan selalu memiliki rencana terindah untuk kita :) Tak perlu takut untuk sendiri, karna Tuhan selalu stands by us ;) . La tahzan innallaha ma'ana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar