Mungkin sebuah rasa
Tak diharapkan ada
Namun tak seharusnya juga
Ia sirna seketika
Rasa tetaplah rasa
Meski ia datang
Hanya meninggalkan kecewa
Meski ia datang
Hanya sementara
Meski ia akhirnya
Hilang terbilas masa
Rasa tetaplah rasa
Tanpa tahu apakah ia
Merasakan rasa yang sama
Tanpa tahu apakah ia
Menyimpan sama diamnya
Rasa tetaplah rasa
Yang semesta rencana
Meski tak ada pinta
Ia datang ia hilang
Hingga akhirnya
Hanya menorehkan luka
Mungkin aku yang tak kuasa menerima adanya
Atau semesta yang mencoba bercanda akan hadirnya
Membubuhi dilema di antara euforia
Menggenangi cita dengan air mata
Namun ku memilih memendam
Tak akan kuungkapkan ke permukaan
Ia hanya akan kusimpan
Tanpa angan tanpa impian
Hingga waktu yang 'kan menelan
Seberapa dalam ia tenggelam
-sincerely, Auliana Hayu K.

